Cara Pengelolaan Kesehatan Udang Ramah Lingkungan

Loading...
Assalam Link - Pengelolaan Kesehatan ikan dan lingkungan mewujudkan pengembangan budidaya udang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Karena udang meruapakan salah satu komoditas unggulan, namun demikian karena keunggulannya ini kemajuan teknologi transportasi serta teknologi budidaya, penyeberannya sekarang ini mencapai berbagai negara termasuk Indonesia.

Udang seperti juga hewan aquatik lainnya tidak bebas dan serangan patogen atau penyakit seperti virus, bakteri, parasit, fungi. Yuk disimak lebih lanjut.

Falsafah Budidaya Ramah Lingkungan
Untuk falsafah budidaya Udang ramah lingkungan bisa mengacu pada hal-hal sebagai berikut :
  • Meminimunkan konversi lahan mangrove menjadi tambak dan hanya memenfaatkan lahan yang benar-benar memenuhi persyaratan teknis.
  • Menerapkan budidaya dengan sistem produksi bersih yaitu mulai dari penggunaan bahan, penerapan sistem, dan pembuangan limbahnya.
  • Membangun tambak pada lokasi yang tidak rentang terhadap kerusakan fisik (abrasi, agresi, banjir).
  • Mencapai produksi hingga tingkat layak secara ekonomis.
  • Mencapai mulai produk yang standar
Pakan selai dimakan udang dengan laju pertumbuhan sedang, juga dapat dimanfaatkan oleh makrobenthos yang selanjutnya menjadi makanan alami udang. Untuk budidaya udang intensif di Indonesia, hal ini sulit dilakukan karena padat tebar yang tinggi tidak memberikan peluang bagi macrobenthos untuk berkembang. Kriteria pakan ramah lingkungan sebaiknya diarahkan pada tingkat digestibity. Pakan yang dapat dicerna maksimum dapat meminumkan buangan fecal pellet. Manajemen pakan berpengaruh terutama pada jumlah pakan yang termakan. Pada budidaya udang pakan yang dimakan dapat mencapai 15% dari total pemberian. Jumlah ini dapat ditekan apabila cara pemberian (kesesuaian jumlah dan frekwensi) dilakukan dengan pengendalian yang cermat.  Efluen tambak tergolong limbah yang mengandung bahan bernilai nutrisi tinggi, yaitu mengandung 17% protein, 3% lemak, 62% karbohidrat. Bahan ini juga terdegradasi dengan C/N 4-8 menghsilkan nutrien. Oleh karena ada peluang untuk memanfaatkannya melalui proses recycle dan reusu. Organisme akuatik seperti kerang hijau, ikan mujai, dan jenis-jenis pemakan detritus dapat dimanfaatkan untuk ”memanen” bahan bernutrisi tersebut sebelum efluen tambak dibuang ke lingkungan sebagai hasil sampingan. 
Aplikasi Budidaya Ramah Lingkungan
Pengelolaan kesehatan udang yang ramah lingkungan seperti.
Artikel yang terkait :
- Cara Budidaya Udang Pannamai Dengan Pola Tradisional
- Tips Kiat Bertambak Udang Vannamai Dengan Benar
a. Lokasi yang dipilih untuk lahan budidaya harus memiliki kesesuaian tinggi.
Seara umum deretan pesisisr yang dikatakan potensial untuk lahan budidaya udang memenuhi kriteria sebagai berikut :
  1. Relief : datar
  2. Slope tidak lebih dari 0,2%
  3. Jenis tanah ; slain organosol, glesol, dan histosol.
  4. Elevasi lahan tidak lebih dari 3 m
  5. Berada pada lokasi dengan perairan pantai yang tidak tertutup atau mempunyai pertukaran air yang baik.
  6. Ada sumber air tawar yang memadai.
b. Menerapkan sisitem produksi bersih
Sistem produksi bersih dalam budidaya tambak dimaksudkan untuk meminimumkan produksi limbah dari penggunaan input, penerapan sistem, hingga pengelolaan air buangan. Dalam hal ini diimplementasikan melalui :
  1. Rekayasa nutrisi yang berdaya cerna tinggi
  2. Perbaikan manajemen pakan sehingga dapat menekan nisbah konversi pakan (FCR)
  3. Resirkulasi efluen dengan sistem terbuka/tertutup dengan prinsip recycle, remove, reuse, recovery.
Pakan selai dimakan udang dengan laju pertumbuhan sedang, juga dapat dimanfaatkan oleh makrobenthos yang selanjutnya menjadi makanan alami udang. Untuk budidaya udang intensif di Indonesia, hal ini sulit dilakukan karena padat tebar yang tinggi tidak memberikan peluang bagi macrobenthos untuk berkembang. Kriteria pakan ramah lingkungan sebaiknya diarahkan pada tingkat digestibity.

Pakan yang dapat dicerna maksimum dapat meminumkan buangan fecal pellet. Manajemen pakan berpengaruh terutama pada jumlah pakan yang termakan. Pada budidaya udang pakan yang dimakan dapat mencapai 15% dari total pemberian. Jumlah ini dapat ditekan apabila cara pemberian (kesesuaian jumlah dan frekwensi) dilakukan dengan pengendalian yang cermat.

Efluen tambak tergolong limbah yang mengandung bahan bernilai nutrisi tinggi, yaitu mengandung 17% protein, 3% lemak, 62% karbohidrat. Bahan ini juga terdegradasi dengan C/N 4-8 menghsilkan nutrien.

Oleh karena ada peluang untuk memanfaatkannya melalui proses recycle dan reusu. Organisme akuatik seperti kerang hijau, ikan mujai, dan jenis-jenis pemakan detritus dapat dimanfaatkan untuk ”memanen” bahan bernutrisi tersebut sebelum efluen tambak dibuang ke lingkungan sebagai hasil sampingan.

Desain tambak sistem semi tertutup, tandon yang kurang proporsional dibanding kebutuhan air dapat menerapkan semi tertutup yaitu memasukkan air baru kedalam tandon yang ditebari ikan-ikan predator dan tanaman bakau. Apabila kebutuhan air cukup makan penambahan air dari luar hanya bersifat insedental.

Bagi Anda yang masih mempunyai beberapa saran mengenai pengelolaan kesehatan udang dengan cara ramah lingkungan, bisa menambahkan melalui pada kolom komentar yang tersedia.
Loading...

Postingan Terkait:

2 Tanggapan untuk "Cara Pengelolaan Kesehatan Udang Ramah Lingkungan"

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf tidak sesuai tata tertib berkomentar pada point ke-4.
      Terima kasih atas kunjungannya

      Delete

Tata Tertib Berkomentar di Blog Assalam Link :
1. Kalimat/Kata-kata Tidak Mengandung Unsur (SARA).
2. Berkomentar Sesuai dengan Artikel Postingan.
3. Dilarang Keras Promosi Apapun Bentuk dan Jenisnya.
4. Link Aktif/Mati, Tidak Dipublikasikan dan Dianggap SPAM.
5. Ingat Semua Komentar Dimoderasi

Terimakasih Atas Pengertiannya.

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis