Cara Analisa Peluang Pasar Budidaya Rumput Laut

Loading...
Assalam Link - Rumput Laut merupakan salah satu produk yang dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan untuk dikembangkan di Kecamatan Cenrana, karena didukung oleh potensi wilayah yang berdada di pesisir pantai dan merupakan lahan subur untuk perkembangan rumput laut.

Rumput Laut merupakan bahan baku yang penggunaannya banyak dibutuhkan oleh industri, baik pangan maupun non pangan dan dapat diolah dan dimanfaatkan untuk menjadi beberapa macam produk, diantaranya dapat diolah menjadi agar-agar, puding, alat kosmetik, bahan untuk farmasi, cat, shampo, bahan kertas, tekstil, pupuk hijau dan komponen pakan ternak atau ikan serta masih banyak lainnya yang dapat memberikan nilai tambah pada tambah, baik dari sisi pendapatan, peluang usaha serta kebutuhan masyarakat dan hasilnya pun sangat menjanjikan.

Kebutuhan pasar akan Rumput Laut ini sangat besar karena kecenderungan permintaan pasar global yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Kecamatan Cenrana sebagai salah satu daerah yag memiliki potensi tersebut di atas memiliki 2 desa yang menggeluti usaha budidaya rumput laut. Dari dua desa tersebut memiliki potensi ± 200 ha dan yang baru dimanfaatkan seluas ± 150 ha dengan produksi ± 125 ton/buan. Potensi usaha budidaya ini akan terus berkembang sejalan dengan tingkat kebutuhan konsumen. Untuk memanfaatkan peluang pasar yang masih sangat terbuka ini, maka usaha-usaha di bidang rumput laut yang sangat potensial untuk dikembangkan antara lain pengembangan perluasan usaha dengan perluasan areal budidaya, penerapan teknologi yang lebih intensif dan Pengolahan pasca panen untuk memperoleh nilai tambah.
Kegiatan budidaya rumput laut di Kecamatan Cenrana dinlai mampua meingkatkan pendapatan pelaku utama maupun pelaku usaha. Hal ini dapat dicapai dengan dukungan potensi wilayah dan teknologi budidaya cukup sederhana, masa pemeliharaan cukup singkat antara 40 hingga 45 dan memeberikan keuntungan yang cukup, disamping itu dampak yang paling bak yaitu penterapan tenaga kerja, sehingga mengurangi angka pengangguran di pedesaan.

Kecamatan Cenrana sebagai salah satu daerah yag memiliki potensi tersebut di atas memiliki 2 desa yang menggeluti usaha budidaya rumput laut. Dari dua desa tersebut memiliki potensi ± 200 ha dan yang baru dimanfaatkan seluas ± 150 ha dengan produksi ± 125 ton/buan.

Potensi usaha budidaya ini akan terus berkembang sejalan dengan tingkat kebutuhan konsumen. Untuk memanfaatkan peluang pasar yang masih sangat terbuka ini, maka usaha-usaha di bidang rumput laut yang sangat potensial untuk dikembangkan antara lain pengembangan perluasan usaha dengan perluasan areal budidaya, penerapan teknologi yang lebih intensif dan Pengolahan pasca panen untuk memperoleh nilai tambah.

Peluang Pasar Budidaya Rumput Laut
Produksi budidaya rumput laut oleh pembudidaya, dijual dalam bentuk basah (bibit) dan kering, setelah dijemur selama 3 sampai 4 hari. Rumput Laut Kering dijemur di para-para dan setelah kering dimasukkan ke dalam karung-karung untuk dijual kepada para pedagang pengumpul yang kemudian menjualnya kepada pengusaha / pabrik pengolahan rumput laut di beberapa kota besar di Indonesia.

Para pengumpul membeli rumput laut kering dari nelayan dengan harga sekitar Rp. 7.500 sampai dengan Rp. 12.000 per kilogram untuk jenis catoni. Harga tergantung pada jenis rumput laut. Pemasaran seperti ini bagi pembudidaya memang tidak menguntungkan dari segi harga.

Dalam proses transaksi biasa terjadi pedagang besar diberi modal atau uang muka untuk pengadaan barang. Selanjutnya pedagang besar akan melakukan kontak kepada pedagang pengumpul. Selanjutnya pedagang kecil inilah yang melakukan pencarian/ pengumpulan rumput laut kering, proses awal (sortir dan pemilihan) dan pembayaran kepada petani pembudidaya.
Baca Juga Postingan Lain Mengenai :
- Cara Persiapan Tambak
- Tips Kiat Bertambak Udang Vannamei
- Tips Manajemen Pengelolaan Lingkungan Perairan
Peluang pasar, penerapan teknologi yang lebih intensif, dan pengembangan usaha budidaya rumput laut masih sangat terbuka karena realisasi produksi jauh berada di bawah kapasitas produksi dan didukung permintaan konsumen rumput laut kering. Jika dilihat dari aspek transportasi, dan ketersediaan produk yang jauh dibawah permintaan maka kendala pemasaran dapat dikatakan tidak ada. Namun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada kendala dalam pemasaran yaitu terjadinya pluktuasi harga, dengan alasan pengaruh kualitas.

1- Aspek Produk.
  • Kadar air atau tingkat kelembaban max 38%
  • Prosentasi kotoran pada rumput laut maksimum 2%
  • Umur pemanenan minimum 45 hari.
  • Kadar garam rumput laut.
2- Aspek standarisasi produk.
  • Standarisasi produk sesuai dengan kebutuhan pasar.
  • Prosedur standar menggunakan uji laboratorium
  • Diterapkan dan dipatuhinya manual mutu dan produksi
  • Sertifikasi sebagai penjaminan mutu.
Peningkatan kualitas rumput laut di Kec. Cenrana dapat dicapai melalui peningkatan melalui pemilihan/penggunaan bibit yang unggul, dan proses paska panen lebih yang baik.

* Cara Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang Dan Ancaman (SWOT ANALISYS)
KEKUATANKELEMAHAN
1. Harga terjangkau
2. Kualitas terjamin
3. Kebersihan rumput laut terjamin

1. Manajemen tradisional
2. Sarana dan prasarana sederhana
3. Sumberdaya manusia yang masih rendah
4. Pemasaran yang masih terbatas
PELUANGANCAMAN
1. Pangsa pasar yang masih luas
2. Bahan baku yang mudah di dapat
3. Pesaing besar relatip terbatas
4. Biaya produksi yang terjangkau
1. Munculnya pesaing baru



* Analisa Usaha
Analisa usaha tani tanaman rumput laut pada setiap 1 tali sebagai berikut :
1. Biaya produksi
Tali Ris = Rp 20.000,00
Bibit / tali = Rp 300.000,00
Pelampung = Rp 10.000,00
Tali jangkar = Rp 25.000,00
Tali ikat = Rp 7.000,00
Keranjang = Rp 35.000,00
Karung plastic = Rp 3.000,00
Total fixed cost = Rp 400.000,00

2. Biaya tenaga kerja per tali
- Pengikat 1 tali @ Rp 7.000,00
  Total variabel cost = Rp 7.000,00
- Total cost = fc + vc = Rp 400.000 + Rp 7.000 = Rp 407.000
3. Produksi 1 tali = 10 kg
4. Harga Rp 9.500,00/kg
5. Total revenju = 10 x 9.500 = Rp 950.000,00
6. Profit = Rp 950.000 – Rp 407.000,00 = Rp 543.000,00
7. B/C ratio =
Rp 543.000
Rp 407.000
= 1,33

Dari data tersebut dapat dismpulkan bahwa budidaya rumput laut ( seewed culture ) ini merupakan usaha yang memenuhi standar kelayakan karena dapat menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

Sebagai Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa tingkat penerimaan efisiensi biaya yang digunakan memperlihatkan, bahwa rumput laut layak diusahakan karena menghasilkan B/C ratio sebesar 1,33 untuk satu kali proses produksi. Sedangkan untuk sebagai Saran yaitu berdasarkan kesimpulan tersebut maka disarankan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Pengunaan bibit unggul, pengendalian hama penyakit perlu ditingkatkan untuk mendapatkan produksi yang optimal
  2. Penanganan proses rumput laut seperti waktu panen, kebersihan, kekeringan dan pengepakan harus mengikuti perlakuan teknis sehingga dapat bersaing di pasaran terutama untuk mendapatkan nilai jual yang tinggi.
  3. Perlu adanya pembukuan atau catatan keuangan (cashflow) sederhana oleh para pembudidaya demi eksistensi usahanya ke depan.
  4. Perlu perhatian yang serius dari pemerintah setempat maupun instansi terkait terhadap usaha yang dijalankan, dalam hal pemberian bantuan modal serta bentuk-bentuk bantuan lainnya dalam rangka membantu mengembangkan usaha ini ke depan.
Loading...

Postingan Terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cara Analisa Peluang Pasar Budidaya Rumput Laut"

Post a Comment

Tata Tertib Berkomentar di Blog Assalam Link :
1. Kalimat/Kata-kata Tidak Mengandung Unsur (SARA).
2. Berkomentar Sesuai dengan Artikel Postingan.
3. Dilarang Keras Promosi Apapun Bentuk dan Jenisnya.
4. Link Aktif/Mati, Tidak Dipublikasikan dan Dianggap SPAM.
5. Ingat Semua Komentar Dimoderasi

Terimakasih Atas Pengertiannya.

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis