Tips Manajemen Pengelolaan Lingkungan Perairan

Loading...
Assalam Link - Manajemen adalah proses melaksanakan satu atau lebih kegiatan individu atau organisasi melalui orang lain dengan memanfaatkan segenap sumber daya yangg tersedia secara efektif dan efisien u/mewujudkan tujuan tertentu. -Tujuan Pengelolan sumber daya perairan adalah agar manusia dapat memanfaatkan segenap sumber daya dan jasa-jasa lingkungan Yang tedapat dalam ekositem perairan tersebut untuk kesejakteraannya secara berkesinambungan.

SUMBER DAYA, jasa-jasa lingkungan. Yang terdapat di wilayah perairan masih dapat dikembangkan melalui seditnya 10 sektor pembangunan (ekonomi) :
  1. Perikanan tangkap
  2. Perikanan budidaya
  3. Indusrti pengolahan hasil perikanan
  4. Indusrti bioteknologi perairan
  5. Pertaambangan dan energi (SUMBER DAYA)
  6. Parawisata
  7. Kehutanan (mangrove)
  8. Transportasi
  9. Industri dan jasa maritim
  10. Sumber Daya non konvensional.
Adapun fungsi-fungsi manajemen mencakup :
-Planning (perencanaan)
- proses u/ menentukan tujuan yg hendak dicapai dn sejumlah aktivitas u/ mencapai tujuan tersebut dalam kurun waktu tertentu
- Organizing (prngorganisasian)
- Proses u/ mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan penting serta memberi kewenangan kepada orang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut.
–Actuating (pelaksanaan)
- Proses u/ melaksanakan sejumlah kegiatan yg telah ditetapkan pada tahap perencanaan dan dipersiapkan pada tahap pengorganisasian.
–Controling (Pengendalian)
– melakukan kegiatan pemantauan (monitoring) atas pelaksanaan kegiatan, mengevaluasi apakah pelaksanaan kegiatan tersebut menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan dan mengambil tindakan-tindakan korektif jika ditemukan penyimpangan.
Pengelola sumber daya lingkungan Perairan harus secara terpadu karena : 1. Di dalam wilayah perairan tersebut pada umumnya terdapat lebih dari satu sektor pembangunan yang dapat dikembangkan (keterpaduan sektoral). 2. Terdapat keterkaitan ekologis antar ekosistem, dimana dampak negatif yang terjadi di wilayah perairan berupa pencemaran, erosi, abrasi dan sedimentasi tidak hanya di sebabkan oleh kegiatan-kegiatan manusia di dalam wilayah Perairan 3. Pemecahan masalah dan pemanfaatan potensi pembangunan yg terdapat di wilayah perairan tidak mungkin dapat dilakukan hanya dengan menggunakan satu disiplin ilmu, ttp memerlukan pendekatan interdisiplin ilmu.
Adapun aktifitas yg harus dilakukan u/ mencapai tujuan terseb tergantung dari:
  1. Potensi dan teknik pemanfaatan dari sumber daya perairan yang sedang dikelola
  2. Permasalahan yang ada sat ini dan akan muncul dimasa akan datang.
  3. Tujuan dari pengelolaan itu sendiri
  4. Aspirasi Stakeholders (pemangku kepentingan) dari sumber daya perairan yg sedang dikelola.
Gejala (Fenomena) permasalahan :
  1. Komaplik penggunaan ruang wilayah perairan
  2. Pencemaran
  3. Overeksploitasi SUMBER DAYAA
  4. Konversi ekosistem perairan menjadi kawasan industri, perkotaan, real state, kawasan tambak, kaw. Pertanian, infra struktur, dan lain-lain.
  5. Erosi, abrasi, dan sedimentasi
  6. Kemiskinan masyarakat yg hidup di sekitar wilayah Ekosostem perairan yang dikelola
  7. Kerusakan fisik ekosistem. Perairan akibat bencana alam, tsunami, global warning, banjir, gempa bumi badai dan lain-lain.
Akar permasalahan :
1. Ketidaktahuan masyarakt tentang akibat dari perbuatannya merusaka SUMBER DAYAA dan lingkungan Perairan, baik bagian ekosistem perairan, bagian dirinya sendiri, maupun bagi sesamanya.
2. Penggangguran dan kemiskinan sering kali memaksa seseorang atau kelompok masyrakat u/ mengeksploitasi SUMBER DAYAA dan jasa-jasa lingkungan perairan secara tidak ramah lingkungan.
3. Pemerintah tidak memberikan mata pencaharian. Alternatif yang dapat mensejakterakan para perusak lingkungan Perairan.
4. Keserakahan seseorg atau kelompok masyarakat. Dl memanfaatkan sumber daya perairan, dengan cara yang merusak.
5. penegakan hukum yg kurang tegas terhadap pelanggar.

Pengelola sumber daya lingkungan Perairan harus secara terpadu karena :
1. Di dalam wilayah perairan tersebut pada umumnya terdapat lebih dari satu sektor pembangunan yang dapat dikembangkan (keterpaduan sektoral).
2. Terdapat keterkaitan ekologis antar ekosistem, dimana dampak negatif yang terjadi di wilayah perairan berupa pencemaran, erosi, abrasi dan sedimentasi tidak hanya di sebabkan oleh kegiatan-kegiatan manusia di dalam wilayah Perairan
3. Pemecahan masalah dan pemanfaatan potensi pembangunan yg terdapat di wilayah perairan tidak mungkin dapat dilakukan hanya dengan menggunakan satu disiplin ilmu, ttp memerlukan pendekatan interdisiplin ilmu.
Anda Juga Bisa Membaca Mengenai :
Tips Kiat Berambak Udang Vannamei
Cara Budidaya Udang Vannamei Pola Tradisional
Cara Bertambak Udang Vannamei Yang Baik
Mengapa harus mengelola wilayah pesisr secara terpadu :
1. Kawasan pesisir sangat produktif dan mengandung potensi pembangunan yg tinggi.
2. Kawasan pesisir merupakan kawasan yg diperuntukkan sebagai kegiatan (muktiple-use zone) karena :
- kemudahan akses tranportasi
– lahan darat dan perairan yg subur
– relatif mudah sebagai pembuangan limbah
– kemudahan akses mendapatkan air u/ industri
- keindahan panorama.
3. Kawasan pesisir menerima dampak negatif berupa pencemaran, sedimentasi, dan perubahan regim hidrologi akibat aktivitas manusia & pembangunan didaratan.
4. Masyarakat pesisir masih hidup dalam kemiskinan
5. Kawasan pesisir rentan terhadap perubahan lingkungan. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan u/ memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang u/ memenuhi kebutuhannya(WCED, 1987).

Potensi pembangunan sumberdaya pesisir dan lautan :
  1. Sumber daya yang dapat diperbaharui - perikanan (tangkap-budidaya) – hutan mang rove – terumbuh karang – industri bioteknologi kelautan
  2. Sumberdaya yang tak dapat diperbaharui - minyak bumu, dan gas – bahan tambang dan mineral – harta karun
  3. Energi kelautan -pasang surut, -gelombang – angin – otec
  4. Jasa-jasa kepelabuhanan’ -parawisata – perhubungan – penampung (penetralisir) limbah.
Tiga dimensi pembayaran berkelanjutan :
1. Ekonomi
– Suatu kawasan (pesisir dan laut) se cara ekonomi dianggap berkelanjutan jika mampu :
- menghasilkan barang dan jasa secara berkesinambungan.
– memelihara pemerintahan dan utang uar negeri pada tingkat yang terkendali. –menghindarkan ketidakseimbangan yang ekstrim antar sektor.
2. Suatu kawasan secara ekologi :
- basis (ketersediaan stok) sumberdaya alamnya dapat dipelihara secara stabil
- pembuangan limbah tidak melebihi kapasitas asimilasi lingkungan.
– pemanfaatan sumber daya tidak dapat diperbaharui diiringi dengann upaya pengembangan bahan subsstitusinya secara memadai - pembangun.
3. Suatu kawasan secara sosial mampu - me menuhi kebutuhan Dasar (sandang, pangan, kesehatan, dan pendidikan) seluruh penduduknya – terjadi distribusi pendapatan berusaha secara adil dan merata. – keserataraan gender - terdapat akuntabilitas dan partisipasi politik.

Fungsi dan kegunaan tata ruang pesisir :
  1. Untuk menciptakan keharmonisan ruang dalam suatu kawasan dalam suatu proses pembangunan berelanjutan.
  2. Sebagai dasar (kebijakan pokok) dalam pemanfaatan ruang pesisir dalam kerangka pembangunan berkelanjutan suatu wilayah.
  3. Tata ruang yang tepat dan benar dapat berfungsi sebagai upaya pencengahan u/meminimalkan jumlah korban jiwa, kerusakan sarana dan prasarana akibat bencana alam.
  4. Sebagai arahan u/ mewujudkan keterkaitan dan keseimbangan pembangunan intra kawasan serta antar kawasan
  5. Sebagai arahan u/ keterpaduan pembangunan antar sektor.
  6. Sebagai arahan pemanfaatan ruang wilayah, khususnya u/ investasi, proteksi kawasan Lindung, dan kawasan Rawan bencana.
Manfaat dan kegunaan sumber daya keanekaragaman hayati; 1. Sumber plasma nutfah (genetic resources) 2. Sumber bahan pangan 3. Bahan baku industri farmasi kosmetik, 4. Sumber bio-energi (bio diesel dan bioethanol) 5. Penyedia jasa-jasa lingkungan (environmental services) seperti penetrilisir limbah, penyerap GRK (gas rumah kaca) dan sistem penunjang kehidupan serta. 6. Penunjang parawisata.

Pentingnya pengelolaan sumber daya & keanekaragaman hayati :
- keanekaragaman hayati merupakan sumber daya yg sangat berharga bagi kehidupan masyarakat Dan kegiatan pembayaran umat manusia di dunia, khususnya di indonesia
– secara nasional kondisi sumber daya keanekaragaman hayati dapat diklasifikasikan menjadi 3 kategori
1. Masih belim tersntuh oleh aktivitas manusia.
2. Rusak sedang
3 rusak berat. – hasil penelitian lipi (2002) kondisi t. Karang indonesia 6 % sangat baik 24 % baik 28 % sedang 42 % Buruk.- SUMBER DAYA keanekaragaman hayati perlu dikelola dengan tepat 3 strategi peng. Yg dianjurkan oleh IUCN dan WCS juga relawan u/ diterapkan di indonesia 1. Amankan, lindungi 2. Pelajari, teliti, analisis) dan 3. Manfaatkan secara lestari.

Dampak pemanasan global (global warming) terhadap keanekaragaman hayati – suhu bumi meningkat, bahwa suhu dunia meningkat rata2 0,7 °c di afrika mencapai 2,2- 2,7°c sedandkan di antartika(kawasan es suhu meningkat 2-3 °c. –kenaikan suhu menyebabkan mencairnya daratan es, permukaan air laut meningkat rata2 2,2 cm perdekade. – ramalan IPCC thn 2100, permukaan air laut akan naik 58 cm. – salinitas berubah, keasaman air laut eningkat.

Tujuan yang ingin dicapai dalam pengelolaan sumber daya keragaman hayati yg paling tepat u/ indonesia adalah :
- mengamankan, memelihara dan melindungi sumber daya keanekaragaman hayati yg masih asli dari ancaman perusakan dan pemusnahan, serta merehabilitasi yg sudah rusak melalui konservasi.- melakukan penelitian dan pengkajian tentang semua aspek yg berkaitan dengan sumber daya keanekaragaman hayati
– memanfaatkan sumber daya keanekaragaman hayati secara optimal dan berkelanjutan u/ kesejakteraan manusia pada generasi sekarang maupun yang akan datang.
Fungsi dan peran kawasan konservasi - melindungi spesies biota pada situasi tertentu dari siklus hidupnya atau keseluruhan siklus hidupnya. – melindungi habitat penting seperti terumbu karang, padang lamun, mangrove dan estuari. – memulihkan dan meningkatkan stok ikan baik dl kawasan konservasi maupun diperairan sekitarnya. –melindungi kearifan ekologis dan budaya masyarakat lokal yg sesuai dengan gaya hidup secara berkelanjutan – melindungi lokasi-lokasi cagar budaya dan arkeologi – sabagai tempat u/ melakukan penelitian ilmiah, pendidikan ,dan wisata alam.
Zona pengelolaan kawasan konservasi
  1. Zona preservasi adalah kawasan yang tidak diperbolehkan adanya kegiatan pemanfaatan kecuali u/ pendidikan dan penelitian, karena karakteristik bilogis dan ekologis yg sangat penting bagi kelansungan hidup di dalamnya. Zona ini ditekankan pada upaya perlindungan keberadaan species unik dan langka.
  2. Zona konservasi adalah kawasan yang membatasi zona preservasi dan zona pemanfaatan. Dalam zona konservasi diizinkan adanya kegiatan pemanfaatan, tetapi sifatnya sangat terbatas dan sangat terkendali.
  3. Zona pemanfaatan adalah kawasan yang dapat dimanfaatkan u/ berbagai macam kegiatan yang lebih intensif, tetepai ramah lingkunan
Kawasan konservasi perlu dikelola: hasil penelitian menunjukkan adanya:
  1. Peningkatan produksi telur di kawasan konservasi perairan hg 10x lipat
  2.  Kelimphan jumlah ikan di dalam kawasan kenserevasi perairan hg 2-9 x lipat
  3. Peningkatan keanekaragaman spesies di dalam kawasan konservasi perairan antara 30-50%
  4. Peningkatan hasil tangkapan ikan diluar kawasan konservasi antara 40-90 %
Loading...

Postingan Terkait:

2 Tanggapan untuk "Tips Manajemen Pengelolaan Lingkungan Perairan"

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maaf tidak sesuai tata tertib berkomentar (Point ke 4), terima kasih banyak uda mampir diblog ini.

      Delete

Tata Tertib Berkomentar di Blog Assalam Link :
1. Kalimat/Kata-kata Tidak Mengandung Unsur (SARA).
2. Berkomentar Sesuai dengan Artikel Postingan.
3. Dilarang Keras Promosi Apapun Bentuk dan Jenisnya.
4. Link Aktif/Mati, Tidak Dipublikasikan dan Dianggap SPAM.
5. Ingat Semua Komentar Dimoderasi

Terimakasih Atas Pengertiannya.

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis